IPPRISIA Kaltim Salurkan Rp37,7 Juta untuk Pembangunan Jamban Sehat di Samarinda

Redaksi | News
oleh

SAMARINDA – Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur menyalurkan bantuan senilai Rp37.755.000 untuk pembangunan tiga jamban sehat bagi keluarga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak di Kota Samarinda. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Non Nutrisi.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara DPD IPPRISIA Kaltim dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda di Aula Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (5/11/2026).

Tiga jamban sehat tersebut akan dibangun di Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang; Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota; serta Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk keterlibatan organisasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Menurut dia, pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga harus didukung lingkungan tempat tinggal yang sehat dan sanitasi yang memadai.

“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, kami ingin mengambil bagian melalui program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga sasaran,” ujarnya.

Selain pembangunan jamban sehat, IPPRISIA Kaltim juga menggelar pelatihan keterampilan budidaya tanaman di pekarangan rumah. Kegiatan ini diikuti 42 peserta, terdiri atas 30 keluarga berisiko stunting (KRS) serta 12 pendamping dari penyuluh keluarga berencana (PLKB) dan Tim Penggerak PKK Kota Samarinda.

Pelatihan tersebut diharapkan mendorong keluarga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan. Dengan demikian, keluarga dapat memiliki sumber pangan yang lebih mudah dijangkau sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan. IPPRISIA Kaltim bersama pihak terkait juga merencanakan pendampingan selama enam bulan untuk memastikan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., mengapresiasi keterlibatan IPPRISIA dalam mendukung program pencegahan stunting. Ia menilai pembangunan sanitasi sehat dan penguatan ketahanan pangan keluarga merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Rumah yang ideal bukanlah rumah yang paling megah dindingnya, melainkan rumah yang paling subur kepedulian pangannya. Sanitasi sehat dan kebun produktif adalah benteng pertama cegah stunting,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur, Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP., menyampaikan bahwa pelaksanaan program GENTING Non Nutrisi di Samarinda menunjukkan perkembangan positif.

Hingga November 2026, program tersebut telah membantu 535 keluarga, melampaui target awal sebanyak 464 keluarga atau mencapai 115,3 persen. Dukungan yang terkumpul tercatat sebesar Rp367.515.000 dari 128 mitra Orang Tua Asuh.

Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam program GENTING, termasuk organisasi masyarakat, dunia usaha, dan komunitas, sehingga upaya pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

Melalui kerja sama tersebut, IPPRISIA Kaltim berharap intervensi non-gizi dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan gizi, peningkatan kualitas sanitasi, serta penguatan ketahanan pangan keluarga. Upaya ini diharapkan memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi keluarga sasaran di Kota Samarinda. (fnd)

No More Posts Available.

No more pages to load.