Pemkot Surabaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Ribuan Pelajar Kurang Mampu

Redaksi | News
oleh

KLIKSURABAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Program bantuan pendidikan tersebut tahun ini menjangkau sebanyak 7.380 pelajar yang berasal dari keluarga miskin dan prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat yang masuk dalam kelompok desil kesejahteraan terendah sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025.

Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, meliputi seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki untuk mendukung kebutuhan belajar siswa pada tahun ajaran baru. Sementara bagi pelajar yang menempuh pendidikan di SMA/SMK/MA swasta, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak Surabaya memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani persoalan biaya.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak,” ujar Eri.

Menurutnya, penyaluran bantuan tidak menggunakan sistem kuota, melainkan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5. Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan lebih tepat sasaran sesuai kondisi sosial ekonomi penerima.

“Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran,” jelasnya.

Wali Kota Eri menjelaskan, proses pendaftaran bantuan dilakukan secara daring sehingga masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih mudah. Bagi warga yang memenuhi kriteria namun belum terdata pada tahap awal, Pemkot Surabaya masih memberikan kesempatan untuk mengajukan usulan pada tahap pendataan berikutnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri di Surabaya tidak diperbolehkan melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, baik terkait rapor, ijazah, maupun biaya pendidikan lainnya, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai pendidikan gratis di sekolah negeri.

Sementara itu, bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 yang bersekolah di sekolah swasta, Pemkot Surabaya memberikan bantuan biaya pendidikan agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala kemampuan ekonomi.

“Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Selain memberikan bantuan pendidikan, Wali Kota Eri juga berpesan kepada para pelajar agar menjauhi perilaku negatif seperti geng motor, balap liar, dan tawuran. Ia mengajak generasi muda Surabaya untuk aktif mengikuti kegiatan positif serta terus meningkatkan prestasi.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo bisa menjadi generasi yang membanggakan,” pesannya.

Salah satu penerima bantuan, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya, mengaku program tersebut sangat membantu dirinya dalam melanjutkan pendidikan. Menurutnya, bantuan biaya sekolah dan perlengkapan belajar membuat dirinya lebih tenang dalam menjalani proses pendidikan.

“Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Apalagi saya sekolah di SMK swasta yang tentu ada biaya pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah,” ungkap Putri.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi.

“Saya jadi semakin semangat belajar. Kalau sudah dibantu seperti ini, tentu saya harus lebih giat lagi dan berusaha meraih prestasi sebagai bentuk tanggung jawab,” katanya.

Melalui program bantuan pendidikan ini, Pemkot Surabaya berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang tetap dapat mengakses pendidikan berkualitas serta memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.